Rabu, 28 Desember 2016

Write-ing #1

Smg, 15:54
Aku - Masih - Terbelenggu

Hai, selamat sore kamu. 잘 지냈어 요 ?  (:
Aku bertanya begitu bukan bermaksud apapun. Bukan berharap kamu sakit ataupun menderita karena mengabaikanku. Tenang saja, aku masih selalu mengharap kabar baikmu. Hawaku masih selalu berdesir setiap mendengar namamu.
Hai, kamu.
Kamu tau? Jika aku sedang mencoba melupakanmu, and I've no doubt about that. Kamu tau rasanya? Ah ya, susah, bahkan susah sekali.
Trust me! Jika aku tau melupakanmu akan se-sulit ini, mungkin aku lebih memilih untuk bertahan. Yah meski hal itu juga  tak mudah. Tapi, setidaknya pertemuan kita yang tak disengaja, dapat menjadi obat rindu dan pelipur lara paling mujarab.
Sekarang? Haha jangan ditanya. Pertemuan - pertemuan itu hanya menjadi obat rindu, tetapi tak bisa menjadi pelipur lara, yang ada malah membuat keadaan lebih parah. Perihnya makin menjadi. Karena hanya dengan melihatmu, semua usahaku untuk melupakanmu akan musnah dalam sekejap. Benteng pertahanan yang sudah ku bangun dengan susah payah, runtuh dalam sekelebat waktu.
Hai, kamu.
Kamu tau? Jika kamu telah membaca ini, aku hanya ingin kamu melakukan satu hal.
Tetap jalani kehidupanmu seperti biasanya. Tetap jadi sosok panutan dan kebanggaan bagi setiap orang di sekitarmu. Tetap dengan perasaanmu yang sebenarnya. Jangan berubah. Jikapun kamu ingin berubah, tolong jangan gunakan alasan karena aku, aku hanya mau itu karena dirimu sendiri. Tak apa, aku baik-baik saja jika perasaanmu tetap seperti sekarang, mungkin memang lebih baik begitu (:

Sincerely,
The Writer❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar