Kamis, 29 Desember 2016

Write-ing #2

Smg, 22:29
In memory

Hai, selamat malam, kamu! Apa kabar?(:
Semoga selalu baik ya! Maaf jika akhir - akhir ini mungkin lidahmu sering kegigit sendiri, atau mungkin matamu sering berkedut, bahkan mungkin bulu matamu banyak yang rontok! Sorry banget pokoknya. Mau tau penyebabnya? Haha Yep, semua mungkin gara-gara aku!
Aku sendiri ngga ngerti kenapa akhir-akhir ini sering muncul sosokmu dalam fikiran maupun benakku. Dan itu jelas ngebuat semua usahaku untuk melupakanmu sia-sia, gagal total! Haha miris ya.
Kamu tau?
Aku bahkan nulis ini juga karena inget sama kamu. Inget gimana dulu aku minta tolong kamu buat nungguin aku presentasi project akhir depan ruang dosen. Inget gimana dulu ternyata kamu mau nungguin aku, sendirian depan ruang dosen yang pastinya itu bored banget. Yah meski awalnya kamu keberatan sih, tapi akhirnya mau juga kan? Haha and I'am thanked about that! Aku bener-bener ngerasa aman banget ditungguin kamu pas itu, entah kenapa, aku juga gangerti. Dan lagi pas keluar ruangan terus buka hp dan ternyata kamu sampe ngchat "are you okay?", jujur disitu aku udah speechless, gatau mesti bilang apa. Ya walau pada akhirnya aku juga bilang "haha I'am okay,". Yaa, I'am okay cause there is you!
Hei, kamu.
Aku disini cuma mau bilang. " Presentasi project akhir di ruang dosen tanpa ditungguin kamu itu beda ". Tau kenapa aku bilang gitu? Yah tadi aku habis ngelakuin hal yang sama - presentasi project akhir di ruang dosen -, dan ngga ditungguin sama kamu, serius deh beda banget. Kayak ada yang kurang. Kayak gaada yang ngasih semangat. Yah, I'am not really okay if there isn't you!

Sincerely,
The writers❤

Rabu, 28 Desember 2016

Write-ing #1

Smg, 15:54
Aku - Masih - Terbelenggu

Hai, selamat sore kamu. 잘 지냈어 요 ?  (:
Aku bertanya begitu bukan bermaksud apapun. Bukan berharap kamu sakit ataupun menderita karena mengabaikanku. Tenang saja, aku masih selalu mengharap kabar baikmu. Hawaku masih selalu berdesir setiap mendengar namamu.
Hai, kamu.
Kamu tau? Jika aku sedang mencoba melupakanmu, and I've no doubt about that. Kamu tau rasanya? Ah ya, susah, bahkan susah sekali.
Trust me! Jika aku tau melupakanmu akan se-sulit ini, mungkin aku lebih memilih untuk bertahan. Yah meski hal itu juga  tak mudah. Tapi, setidaknya pertemuan kita yang tak disengaja, dapat menjadi obat rindu dan pelipur lara paling mujarab.
Sekarang? Haha jangan ditanya. Pertemuan - pertemuan itu hanya menjadi obat rindu, tetapi tak bisa menjadi pelipur lara, yang ada malah membuat keadaan lebih parah. Perihnya makin menjadi. Karena hanya dengan melihatmu, semua usahaku untuk melupakanmu akan musnah dalam sekejap. Benteng pertahanan yang sudah ku bangun dengan susah payah, runtuh dalam sekelebat waktu.
Hai, kamu.
Kamu tau? Jika kamu telah membaca ini, aku hanya ingin kamu melakukan satu hal.
Tetap jalani kehidupanmu seperti biasanya. Tetap jadi sosok panutan dan kebanggaan bagi setiap orang di sekitarmu. Tetap dengan perasaanmu yang sebenarnya. Jangan berubah. Jikapun kamu ingin berubah, tolong jangan gunakan alasan karena aku, aku hanya mau itu karena dirimu sendiri. Tak apa, aku baik-baik saja jika perasaanmu tetap seperti sekarang, mungkin memang lebih baik begitu (:

Sincerely,
The Writer❤